Friday, October 10, 2014

5 Cara Menangkap Ikan Secara Tradisional Yang Unik

Ilustrasi Mencari Ikan. Sumber: tugaskab.blogspot.com

Siapa yang tak kenal ikan. Semua orang pasti menyukainya, kecuali saya. Tapi saya hanya tidak suka ikan laut, soalnya amisnya itu bikin mual di perut.

Nah ngomong-ngomong soal ikan, kali ini saya akan berbagi tentang cara menangkap ikan. Jadi jangan hanya tau makannya saja, cara dapetinnya juga dong. Pasti ada yang ngejawab, ‘Cuman dapetin ikan mah gampang, pigi aja ke pasar. Dengan umpan kertas warna ijo juga udah dapat ikannya’. Kalo itu sih beli namanya ya. Tapi tulisan kali ini beneran ngebahas tentang cara dapetin ikan dari habitatnya.

Kalo biasanya orang nyari ikan dengan cara mancing, menjala, dan pasang bubu. Bahkan ada juga yang pake bom dan racun. Padahal kan gak boleh, bisa ngerusak lingkungan dan bikin ikannya makin lama makin abis. Namun saya tidak akan membahas cara mencari ikan seperti di atas. Tapi cara dapetin ikan secara tradisional, ramah lingkungan, dan pastinya kece abis. Karena lain dari yang lain. Mana tau kan suatu saat kita terdampar di antah berantah, bisa jadi teknik-teknik mencari berikut bisa menjadi bekal survival kita. Langsung aja nih cara dapetin ikan yang unik dan nyentrik yang kesemuanya saya temui sendiri selama hidup saya.

1.    Mengeringkan Sungai

Ketika membaca namanya pasti kebayang, ‘Gimana caranya sungai dikeringin?’ Ya emang, kalo sungainya bisa kering pasti ikannya tinggal diambilin aja. Tapi kan luar biasa mustahilnya cuman nyarik ikan ampek ngeringin sungai segala.

Sebenernya saya juga gak tau apa ama teknik mencari ikannya. Jadi saya kasih nama aja ‘mengeringkan sungai’. Gimana saya bisa kasih nama itu? Gini critanya. Ketika dulu saya tinggal di Banyuwangi, ada seorang lelaki tinggal di pinggiran hutan jati yang pandai banget cari ikan. Anehnya dia gak pake modal, paling cuma bawa sabit. Ternyata setiap sore ketika matahari udah tenggelam dia membendung aliran sungai dan mengalihkan alirannya ke sisi bantaran yang rata dan banyak batunya. Sehingga tidak ada satupun ikan yang lewat di aliran utama sungai, ikan-ikan akan lewat bantaran tadi yang sudah ada airnya. Di bantaran tadi juga di beri bendungan, cuman di bagian tengahnya diberi celah sekitar setengah meter untuk lewat ikan. Nah ketika menjelang subuh, ika ikan di sungai biasanya akan kembali ke persembunyian. Pada saat itulah dia menutup semua lubang ke arah bantaran dan membuka kembali aliran utama sungai. Dan… terjebaklah ikan-ikan di bantaran yang berbatu tadi. 

Gambaran cara mengeringkan sungai


Sudah saya buktikan. Hasilnya banyak lo. Tergantung populasi ikannya juga.

2.    Gogo

Menggogo (baca ‘o’ seperti ‘bakso’) adalah cara paling tradisional dalam mencari ikan. Yaitu langsung dengan menggunakan kedua tangan. Mula-mula ikan digiring menuju tepian sungai yang banyak rerumputannya. Setelah itu langsung deh dengan cekatan kedua tangan kita menyergap sasaran. Terlihat simple, tapi ini adalah cara menangkap ikan paling sulit. Biasanya sebelum digogoin, airnya akan dibuat keruh terlebih dahulu agar ikan berpindah kepinggiran.
           
3.    Jenu

Jenu adalah tanaman merambat yang tumbuh liar di hutan. Saya menjumpainya di hutan-hutan Sumatera khususnya Aceh, karena saya sekarang tinggal di Aceh. Jadi kurang tau di tempat lain, nama Jenu juga sebutan dari penduduk setempat. Dalam mencari ikan, tanaman ini digunakan sebagai racun. Namun tenang, racunnya tidak merusak lingkungan. Ikan yang teracunpun tidak semua mati, kebanyakan hanya pingsan. Batang Jenu ditumbuk dan disebarkan ke perairan yan akan diambil ikannya. Dalam beberapa menit ikan-ikan akan terlihat ke permukaan dan siap untuk dipanen.

4.    Mecok

Mecok adalah mencari ikan dengan menggunakan panah kecil. Kata mecok sebutan dari daerah Aceh untuk menangkap ikan dengan teknik ini.  ‘Senjata rakitan’ ini dibuat dari kayu yang dipasang karet sebagai pelontarnya. Sedangkan pelurunya biasanya dari jeruji sepeda bekas. Orang yang menggunakannya harus menyelam untuk menembak sasarannya.

5.    Jegog

Menjegok (‘o’ dibaca spt ‘kerok’) adalah mencari ikan dengan pancing. Namun joran pancingnya tidak dipegang dan ditungguin. Joran yang terbuat dari bilah-bilah bambu ukuran satu meter dan benang yang tidak terlalu panjang ditancapkan di tepi-tepi rawa atau sungai dan dibiarkan beberapa lama. Biasanya satu malam. Satu orang pemancing dalam satu malam setidaknya memasang lebih dari lima ratus pancing. Teknik ini banyak saya temui di daerah Palopo, Sulawesi Selatan yang merpakan tanah kelahiran saya. Karena di sana banyak daerah rawa. Bahkan desa kami sering kebanjiran dari luapan sungai Rongrong.


Demikian ulasan tentang cara mencari ikan secara tradisional yang relative unik. Sampai sekarang juga masih digunakan, terutama di daerah-daerah pedesaan yang masih banyak ikannya. Semoga bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar yang bermanfaat.
Facebook Comments
2 Blogger Comments
Facebook Comments by Blogger Widgets

2 komentar:

Unknown said...

kalau boleh saya nambah....ada lagi dengan cara pasang wuwu,atau jebakan yanterbuat dari anyaman bambu berbentuk lonjong seperti botol....

Yoyon Pujiono said...

Iya mas itu juga,,
Tapi itukan udah lumrah disemua tempat diindonesia hampir dipastikan ada.

Maaf kalau lama dibalas, karena saya baru tau kalau IP komputer saya bermasalah jadi gak bisa post komentar. :D